Keindahan
Bakalan Bongsai
Akhir-akhir ini bakalan bonsai banyak diminati oleh
masyarakat Indonesia. Pendorongnya adalah meningkatnya minat masyarakat
terhadap seni bonsai. Sebagai komoditi yang banyak dicari dan diminati, wajar
bila bakalan bonsai lantas dibisniskan. Dari penjual tanaman hias dipinggir
jalan hingga pengusaha bonsai dengan lahan mencapai hektaran pun ikut
meramaikan bisnis ini. Tentu saja harga yang lumayan menggiurkan menjadi daya
pikat tersendiri. Apalagi bila sudah dianggap sebagai bonsai jadi, harga
bakalan bonsai bisa melonjak pesat menjadi ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Karena hal tersebut itulah,
perburuan bakalan bonsai menjadi ramai. Orang mengambil tunggul tanaman tanpa
pandang bulu. Dapat disimpulkan bahwa bakalan bonsai mempunyai nilai jual yang
tinggi.
Didalam buku yang berjudul Bakalan
Bonsai karya Tim Penulis PS menggambarkan bagaimana cara membudidayakan dan
berbisnis Bakalan Bonsai dengan baik. Dia juga menunjukkan langkah-langkah yang
perlu diambil agar tumbuhan tersebut bisa menarik para peminatnya dan memiliki
nilai jual yang tinggi.
Buku ini juga
menerangkan bagaimana cara merawat bakalan bonsai sebelum training. Perawatan
tunggul dibedakan berdasarkan cara pengambilan tunggul tersebut :
·
Perawatan Tunggul/Bakalan yang Diambil Beserta
Tanahnya.
Tunggul yang digali beserta sebagian
tanah asalnya memiliki kondisi yang lebih baik dari pada tunggul yang digali
tanpa disertai tanah asalnya.
·
Perawatan Tunggul/Bakalan yang Diambil Tidak Beserta
Tanahnya.
Tunggul yang diambil tanpa disertai
tanah asalnya menuntut perawatan yang lebih baik dari pada yang telah diuraikan
diatas. Kondisi tunggul biasanya disertai dengan kerusakan pada dearah perakaran
yang cukup parah. Akar-akar serabut banyak yang tidak utuh, luka, atau
terpotong. Kadangkala penampilan tunggal sudah sangat mengenaskan. Sering
tampak seperti sebatang kayu mati yang digali.
Tanah yang disertai tunggul dan melindungi daerah perakaran
masih terbungkus dalam karung plastik. Selama perawatan karung pembungkus tak
perlu dilepas.
Cara membentuk tunggul/bakalan agar
menarik tunggul yang didapat dari alam atau bakalan bonsai yang diperoleh dari
hasil perbanyakan bila dibiarkan tumbuh apa adanya menghasilkan bonsai yang
menarik. Proses training dilakukan untuk membentuk tunggul/bakalan bonsai
menjadi menarik dengan beberapa cara atau ternik tertentu. Dikembangkan
beberapa upaya mengubah bentuk yang biasa, jelek, atau tidak karuan menjadi
bentuk yang diinginkan.
Alat-alat yang digunakan sebagai
berikut :
~ Gunting
~ Geraji
~ Pahat
~ Kawat
Saat ini pendirian pabrik perlu
adanya pertimbangan agar didekatkan dengan kebun bonsai. Letaknya harus sesuai
dengan zona industri yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu kita
perlu adanya bongsai, sehingga kita bisa membentuk batang bonsai sesuai dengan
keinginan kita sendiri. Dan bisa dibuat hiasan rumah.
